PRINGSEWU – Mahasiswa Program Studi Administrasi Pendidikan Program Magister Angkatan 2 UMPRI yang sedang menjalani program magang di SMKN 1 Kota Agung Barat sukses menggelar seminar nasional dengan tema “Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMK” pada hari Rabu 5 Juni 2024, dengan mendatangkan lebih dari 100 orang dan juga 2 narasumber yang berkecimpung dalam dunia Pendidikan.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari ketua panitia pelaksana seminar, sambutan dari Bapak Sutrisno, S.Kom., M.M. selaku Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Agung Barat dan juga sambutan dari Kacabdin Wilayah II. Setelah sambutan usai, acara pun dilanjutkan dengan sesi talkshow yang disampaikan oleh 2 orang narasumber yaitu, Dr. Ganjar Winata, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Administrasi Pendidikan Program Magister, dan Dr. Fatqul Hajar Aswad, M.Pd., M.M. selaku dosen Program Studi Administrasi Pendidikan Program Magister.
Pembahasan pertama mengenai Implementasi Kurikulum Merdeka dari Dr. Fatqul Hajar Aswad, M.Pd., M.M. yang menyampaikan bahwa Kurikulum Merdeka di SMK bertujuan untuk memberikan kebebasan lebih kepada sekolah dalam merancang kurikulum sesuai dengan kebutuhan lokal dan potensi peserta didik. Implementasi Kurikulum Merdeka berupaya untuk memulihkan pembelajaran demi mewujudkan transformasi pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik. Pada Kurikulum Merdeka, guru dapat mengenali potensi murid lebih dalam guna menciptakan pembelajaran yang relevan.
Kemudian dalam pembahasan selanjutnya, Dr. Ganjar Winata, M.Pd. memberikan materi tentang Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi dan Kompetensi Sosial Emosional (KSE). Ia menyampaikan bahwa Pembelajaran Berdiferensiasi merupakan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap siswa, dapat disebut juga pembelajaran yang mengintegrasikan kompetensi sosial emosional dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Lebih lanjut, juga dijelaskan tentang Kompetensi Sosial Emosional (KSE) yang bisa dikembangkan pada suatu lingkungan belajar, yaitu: 1) kesadaran diri; 2) manajemen diri; 3) kesadaran sosial; 4) keterampilan berhubungan sosial atau menghimpun relasi; dan 5) pengambilan keputusan yang bertanggungjawab.
Sehingga dapat kita simpulkan berdasarkan materi-materi yang telah disampaikan narasumber bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan penerapan Kompetensi Sosial Emosional (KSE) sangat sesuai dengan merdeka belajar yang berpihak pada murid. Pemetaan kebutuhan belajar murid membantu kita dalam menilai dan membantu murid menemukan jati diri mereka. Sesuai keinginan belajar dan dapat memberikan kemerdekaan dalam pembelajaran murid.
Acara ini juga dimeriahkan dengan kegiatan doorprize, coffee break, dan pre-test post-test bagi peserta seminar. Kemudian pada akhir acara diadakan pengundian doorprize juga penyampaian kesan dan pesan dari peserta seminar.